Film Mojoku Hilang tidak hanya menarik perhatian karena jalan ceritanya, tetapi juga karena peran seekor lembu bernama Mojo yang mendapat perlakuan istimewa selama proses penggambaran. Hubungan dekat kru dan Mojo membuat hewan itu diperlakukan seperti anggota keluarga di lokasi syuting.

Pengarahan dan perawatan Mojo menjadi sorotan karena kebiasaan dan preferensinya yang khas. Sifat pilih-pilihnya terhadap makanan serta perhatian ekstra dari tim produksi menunjukkan bagaimana hewan pemeran utama juga butuh pendekatan khusus agar tampil maksimal di layar.
Layanan istimewa untuk Mojo di lokasi syuting
Menurut pengarah Min Lim, keakraban kru dan Mojo berkembang sedemikian rupa hingga lembu itu dianggap seperti hewan peliharaan. Untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan Mojo selama penggambaran, tim memberi perhatian lebih yang jarang didapat oleh hewan ternak pada umumnya.
Salah satu bentuk perawatan itu adalah mandi rutin. Mojo dimandikan dua kali sehari agar bulunya tetap bersih dan hewan tersebut nyaman ketika harus berakting. Perlakuan ini sekaligus memastikan penampilan Mojo konsisten dalam setiap adegan yang direkam.
Kebiasaan Mojo: pisang segar dan sedikit ‘diva’
Mojo memiliki kebiasaan makan yang unik. Hewan ini sangat menyukai buah pisang, tetapi menunjukkan penolakan terhadap pisang yang sudah dijilat, baik oleh dirinya sendiri maupun oleh lembu lain. Kebiasaan tersebut memaksa kru untuk selalu menyediakan buah pisang dalam kondisi segar.
Min Lim menggambarkan dinamika itu dengan nada jenaka saat bercerita tentang usaha menenangkan Mojo. Dalam kutipan yang disampaikan, pengarah itu mengatakan: “Bila dah ada hubungan dengan lembu, ia sama sahaja seperti haiwan peliharaan kita. Kadang ada lah mengamuk sedikit tetapi saya banyak ‘rasuah’ dia dengan pisang. Kemudian, dia sudah bertenang. Ada tahap diva yang dia dah tak nak makan pisang yang dah dijilat, kena tukar baharu. Sama sahaja kerenah macam bela ayam dan anjing.”
Kebiasaan semacam ini menunjukkan bahwa bekerja dengan hewan pemeran memerlukan kesabaran, improvisasi, dan strategi sederhana—seperti memberi camilan favorit—agar adegan dapat berjalan lancar tanpa membahayakan kesejahteraan hewan.
Peran Mojo dalam cerita dan jadwal tayang
Mojoku Hilang mengisahkan Adi, diperankan Adipati Dolken, yang menyamar sebagai warga desa untuk merebut kembali Mojo, seekor lembu yang menjadi pusat konflik setelah warga desa ‘menculiknya’ sebagai bentuk protes terhadap rencana pengambilalihan lahan oleh sebuah perusahaan. Misi Adi kemudian berubah ketika ia jatuh cinta pada seorang wanita desa yang vokal menentang perusahaan tersebut.
Selain Adipati Dolken, film ini dibintangi oleh Mimi Lana, Wan Hanafi Su, Datuk Ahmad Tarmimi Siregar, Aziz M. Osman, Namron, dan pemeran lainnya. Mojoku Hilang diproduksi oleh Double Vision bekerja sama dengan Astro Shaw, Mocha Chai Laboratories, dan Argo Films. Film ini dijadwalkan tayang di bioskop mulai 23 Julai.
Pemberian perhatian ekstra kepada Mojo memperlihatkan sisi produksi film yang peduli terhadap kesejahteraan hewan pemeran sekaligus menambah cerita menarik di balik layar. Bagi penonton yang penasaran, selain mengikuti cerita sentral tentang konflik lahan dan romansa, Mojo juga menjadi daya tarik tersendiri yang menambah warna dalam narasi film.
