Ammar Nazhan menyampaikan permohonan maaf setelah aksinya menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2026 melalui akun TikTok pribadinya memicu reaksi keras netizen. Ia meminta publik memahami niatnya yang menurutnya hanya berbagi antusiasme pertandingan tersebut dan bukan untuk menyinggung pihak mana pun.

Dalam unggahan di Threads, Ammar—yang akrab disapa Am—mengungkapkan bahwa awalnya ia hanya berinteraksi dengan penonton saat menyaksikan laga Portugal. Ia juga mengaku tak menyangka siarannya bisa viral dan masuk FYP sehingga menarik banyak perhatian penggemar sepak bola.
Permintaan maaf dan penjelasan Ammar Nazhan
Ammar menegaskan niatnya bukan untuk menyulitkan pihak lain. Ia menulis, “Pada awalnya, saya cuma berinteraksi dan bersembang tentang perlawanan bersama penonton ketika game Portugal. “Saya tak sangka boleh masuk FYP dan mendapat sambutan yang sangat besar daripada ramai peminat bola sepak. “Sejujurnya, saya tak pernah berniat untuk menyinggung atau menyusahkan mana-mana pihak,” tulisnya.
Permintaan maaf itu muncul setelah tangkap layar siaran langsung di TikTok yang memuat rekaman ulang pertandingan menjadi bahan perbincangan luas. Ammar menyatakan kesediaan untuk memberi penjelasan penuh kepada pihak yang merasa terdampak.
Kecaman publik dan isu hak siar
Tindakan menayangkan ulang pertandingan sepak bola internasional itu mendapat kecaman dari pengguna media sosial. Beredar tangkapan layar yang menunjukkan siaran langsung Ammar di TikTok berisi rekaman ulang pertandingan Piala Dunia FIFA tanpa izin, sehingga menimbulkan tuduhan pelanggaran terhadap hak penyiar resmi.
Publik menyoroti posisi penyiar resmi untuk edisi Piala Dunia kali ini, yang membuat penyiaran ulang oleh pihak ketiga menuai kritik. Di tengah gelombang komentar negatif, Ammar menghadapi hinaan dan berbagai asumsi tentang motif serta dampak tindakannya.
Kesediaan memberi kerjasama dan permintaan ruang untuk fakta
Ammar meminta agar semua pihak tidak langsung menghakimi tanpa mengetahui keseluruhan konteks. Ia menulis panjang lebar mengenai respons atas kecaman yang diterimanya belakangan ini:
“Namun begitu, sejak semalam saya melihat terlalu banyak andaian, kecaman dan penghinaan yang dilemparkan kepada saya seolah-olah semuanya telah diputuskan tanpa mengetahui keseluruhan keadaan. “Kalau ada mana-mana pihak yang mempunyai hak atau merasakan ada perkara yang perlu diperjelaskan. Saya sentiasa bersedia memberikan kerjasama melalui saluran yang sewajarnya. “Saya harap kita semua boleh memberi ruang kepada fakta dan tidak terus menghukum berdasarkan andaian atau content yang dipotong-potong demi mengejar tontonan. “Saya juga manusia biasa. Saya ada keluarga, pasukan dan penyokong yang turut terkesan dengan semua yang sedang berlaku,”ujarnya.
Dalam pernyataannya, Ammar menegaskan kesiapan untuk berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar isu ini dapat diluruskan melalui jalur yang semestinya. Ia juga meminta publik memberi kesempatan bagi penjelasan yang lebih lengkap sebelum mengambil kesimpulan.
Kasus ini menjadi pengingat tentang batasan hak cipta dan etika berbagi konten di platform digital, terutama ketika menyangkut acara olahraga yang memiliki hak siar eksklusif. Sampai saat ini, Ammar telah menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan niat untuk menjelaskan lebih lanjut bila diperlukan.
