Penyanyi dan aktor Aliff Aziz menyatakan bahwa hatinya masih terbuka untuk memulai hubungan baru, namun saat ini prioritasnya adalah memperbaiki diri. Ia memilih untuk menyerahkan urusan jodoh kepada Allah SWT dan meyakini segala sesuatu terjadi sesuai ketentuan-Nya.

Dalam penjelasannya, Aliff menegaskan pentingnya introspeksi dan perubahan pribadi sebelum mencari pasangan. “Untuk saya, semua kita ada sisi ‘madu’ dan ‘racun’. Untuk kata hati saya tertutup tu… segala-galanya seperti rezeki, jodoh atau ajal, saya serah bulat-bulat pada Allah dan saya pegang benda itu, insya-Allah. Cuma saya belajar, kalau saya nak dapat pasangan yang baik pastilah kita kena jadi baik dan saya fokus tentang perkara itu,” ujarnya.
H2: Mengakui kelemahan dan upaya perbaikan
Aliff tidak menutup-nutupi bahwa ia menyadari kekurangan diri. Ia menganggap pengakuan terhadap kelemahan sebagai langkah penting dalam proses perbaikan yang ia jalani setiap hari. Dalam kata-katanya, ia menolak sikap pura-pura sempurna dan menegaskan bahwa perubahan adalah perjuangan pribadi.
“Saya adalah seorang manusia yang tidak malu untuk mengaku yang saya ini banyak kelemahan. Tetapi saya rasa semua orang pasti bersetuju dengan saya di mana mungkin orang tak tahu tapi kita tahu apa kekurangan dan kelemahan sendiri. Bagi saya mengaku itu bukan dengan bangga, tidak. Ya saya seorang pelakon, penyanyi, selebriti, tetapi saya juga manusia biasa yang sedar diri ini banyak kekurangan,” jelas Aliff.
Ia menambahkan bahwa setiap orang memiliki perjalanan berbeda, sehingga penilaian dari luar belum tentu mencerminkan usaha yang sedang dilakukan. “Cuma ada orang itu perjalanannya berbeza, jadi siapa saya untuk tentukan dan orang tidak tahu apa yang saya buat untuk cuba perbaiki diri. Cara saya berfikir, bercakap, bercampur dan sebagainya, thats the battle that i have with myself dan saya rasa saya tak perlu kongsikan kepada umum,” tambahnya.
H2: Sikap terhadap persepsi publik dan rezeki
Menanggapi pandangan masyarakat yang pernah mencatat kontroversi dalam namanya, Aliff memilih tidak memperdebatkan kabar atau penilaian publik. Ia memahami rekam jejaknya dan menyadari bahwa nama baiknya pernah dipertanyakan, namun ia tetap bersyukur atas kesempatan bekerja di industri hiburan.
“Takkanlah saya nak menilai orang, saya pun tahu saya tak elok, saya pun ada track record yang tak berapa baik dari segi nama. Saya ada baca kepada Aliff ni di mata umum dah tak baik, kenapa orang masih nak bekerja dengan dia dan sebagainya, jadi itu adalah soalan-soalan orang pada saya orang boleh tanya tapi macam mana kota nak jawab,” kata Aliff.
Ia menekankan bahwa rezeki adalah hal yang tidak bisa dipertanyakan begitu saja, dan meminta agar publik mendoakan yang terbaik. “Ini soal rezeki, saya pun tak boleh nak persoalkan, jadi saya harap suka atau pun tak suka, kita doakanlah yang baik-baik. Bila kita doakan yang baik-baik, benda yang baik itu akan pergi dekat kira, InsyaAllah,” ujarnya.
H2: Pandangan soal hubungan di masa depan
Meski membuka kemungkinan kembali menjalin hubungan, Aliff menegaskan bahwa ia tak terburu-buru dan memilih fokus pada transformasi diri. Prinsip yang dipegangnya adalah untuk menjadi pribadi yang lebih baik terlebih dahulu jika mengharapkan pasangan yang baik.
Sikap jujur tentang kelemahan, komitmen terhadap perbaikan diri, dan keyakinan pada takdir menjadi inti pernyataannya. Aliff tampak menempatkan proses introspeksi sebagai landasan sebelum melangkah ke babak baru dalam kehidupan pribadi dan asmara. Pada akhirnya, ia menyerahkan urusan jodoh kepada kehendak Tuhan dan berharap doa baik dari orang-orang di sekitarnya.
