Larian Kesyukuran resmi dimulai oleh Ahli Parlimen Muar, Syed Saddiq Syed Abdul Rahman, yang berangkat dari Istana Kehakiman di Putrajaya menuju Laman Maharani, Muar. Kegiatan empat hari ini mengusung tujuan penggalangan dana sebesar RM200,000 untuk membantu warga kurang mampu di kawasan tersebut.

Peristiwa tersebut menjadi wujud rasa terima kasih Saddiq setelah menempuh proses hukum selama enam tahun untuk membersihkan nama dan martabatnya. Sebelum melangkah dari Istana Kehakiman, ia menegaskan makna mendalam di balik inisiatif ini.
Rute, Durasi, dan Target Penggalangan Dana
Larian berlangsung selama empat hari dengan titik awal di Istana Kehakiman, Putrajaya, dan berujung di Laman Maharani, Muar. Kegiatan dimulai selepas jam 5 petang pada hari Kamis dan disertai oleh tunangannya, penyanyi dan pelakon Bella Astillah, serta dua lagi individu.
Target pengumpulan ditetapkan sebesar RM200,000. Dana yang terkumpul direncanakan untuk dialokasikan pada dua tujuan utama: pembelian iPad bagi mahasiswa yang membutuhkan dan penyediaan bakul makanan bagi keluarga kurang berkemampuan di Muar.
Makna Larian dan Pernyataan Syed Saddiq
Saddiq menjelaskan bahwa larian ini lebih dari sekadar kegiatan amal; ia menganggapnya sebagai ungkapan syukur atas pemulihan nama baiknya. Dalam pernyataannya sebelum berangkat, ia menyampaikan: “Saya berada di sini kerana keadilan adalah satu perkara yang saya hormati. Di sinilah saya memperoleh kebebasan, nama saya dibersihkan dan maruah saya dikembalikan. “Saya rasa ini adalah perjalanan terbaik untuk menunjukkan kesyukuran saya dengan memberi semula kepada masyarakat, khususnya warga Muar.”
Lokasi permulaan dipilih dengan penuh pertimbangan emosional dan simbolis. Istana Kehakiman dipandang sebagai tempat di mana proses keadilan memberinya kelegaan dan pengembalian reputasi, sehingga menjadi titik mula yang relevan untuk aksi syukur publik ini.
Sambutan Publik dan Tantangan Perjalanan
Respons masyarakat dilaporkan positif sejak persiapan acara. Saddiq mengatakan dukungan mulai mengalir meski larian belum benar-benar dimulai. Ungkapannya: “Alhamdulillah, sebelum saya mula berlari pun sudah ribuan ringgit berjaya dikumpulkan bagi menjayakan misi ini,” menunjukkan adanya donasi awal yang mendorong kelanjutan program.
Dalam menghadapi rute dan kemungkinan hambatan fisik, Saddiq memilih pendekatan sederhana: fokus pada setiap langkah tanpa terlalu terpaku pada potensi kesulitan. Strategi ini dimaksudkan agar konsentrasi tetap pada tujuan amal dan makna simbolis perjalanan.
Pemanfaatan Dana dan Sasaran Penerima
Menurut rencana, hasil penggalangan akan diprioritaskan untuk membeli perangkat iPad bagi mahasiswa yang kekurangan akses teknologi, serta membagikan bakul makanan kepada keluarga kurang mampu di Muar. Kegiatan ini ditujukan untuk membantu kebutuhan pendidikan dan kebutuhan dasar yang terasa mendesak di komunitas setempat.
Keseluruhan inisiatif menempatkan unsur sosial dan simbolik berjalan seiring: larian sebagai ekspresi syukur sekaligus medium penggalangan bantuan nyata untuk warga yang membutuhkan.
Acara ini berlangsung sebagai langkah konkrit yang menggabungkan pengalaman personal Saddiq dengan upaya sosial yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Muar, dari mahasiswa hingga keluarga berpendapatan rendah.
