Yusry Kilauan Emas mengatakan ia belum mempertimbangkan untuk tampil sebagai pesaing di program pertandingan nyanyian seperti Gegar Vaganza. Penyanyi dan sutradara Datuk Yusry Abdul Halim menilai keputusannya berkaitan dengan statusnya yang masih aktif berkarya di dunia muzik.

Selain mempertahankan kiprahnya, Yusry juga menyebut pertimbangan keadilan kepada peserta lain sebagai alasan utama. Ia memaparkan pandangannya saat ditemui baru-baru ini, sambil menegaskan kondisi industri yang menjadi latar pilihan tersebut.
Alasan menolak ikut Gegar Vaganza
Dalam pernyataannya, Yusry mengungkapkan bahwa kesempatan bersaing di program berformat seperti GV belum menjadi agenda baginya. Ia menegaskan bahwa konsep GV lebih cocok bagi penyanyi yang sudah lama menarik diri dari pentas dan ingin kembali mencuri perhatian penonton.
Yusry secara langsung menyampaikan alasan itu melalui kutipan berikut: “Kalau diberi peluang untuk bertanding, bukan Kilauan Emas, program lain macam GV, buat masa sekarang taklah kot. “Sebab GV untuk diberi ruang kepada penyanyi-penyanyi yang dah tinggalkan pentas, yang dah lama tidak ada dalam arena seni. “Saya masih ada album, baru ini. Mungkin tak berapa adil kalau saya masuk bertanding,” katanya ketika ditemui baru-baru ini.
Pernyataan tersebut menunjukkan sikap Yusry yang mengutamakan etika kompetisi serta kejujuran terhadap posisinya sebagai pelaku seni yang aktif. Ia juga menyinggung bahwa keterlibatannya dalam pelepasan album terbaru menjadi faktor yang membuatnya merasa tidak tepat untuk bersaing sebagai comeback artist.
Tantangan sebagai juri Kilauan Emas Selebriti 2026
Saat ini Yusry menjalani peranan baru sebagai juri tetap dalam program Kilauan Emas Selebriti 2026. Tugas itu ternyata membawa tekanan tersendiri, terutama karena peserta yang terlibat memiliki pengalaman dan senioritas yang lebih tinggi darinya.
Ia menyoroti dinamika tersebut dengan terbuka, termasuk kenyataan bahwa beberapa kontestan pernah menjadi anak buah atau pernah ia arahkan dalam projek lakonan. Yusry menyatakan:
“Sebenarnya pasal peserta ini, semua lebih senior daripada saya. Ada beberapa orang, empat ke lima orang yang saya pernah arah sebelum ini. “Macam kita tahulah, ‘otai-otai’ ini bila tidak menjalani penggambaran, mereka suka menyanyi. Saya tahu mereka boleh menyanyi. “Jadi bila saya nampak nama-nama dalam ini, saya rasa ini boleh jadi sebuah program yang menyeronokkan,” ujarnya.
Komentar tersebut menggambarkan campuran rasa hormat dan antisipasi Yusry terhadap suasana kompetisi, sekaligus mengakui beban tanggung jawab sebagai penilai yang harus objektif, terutama ketika berhadapan dengan figur senior yang memiliki rekam jejak panjang di dunia hiburan.
Jadwal siaran Kilauan Emas Selebriti 2026
Panitia program mengatur siaran Kilauan Emas Selebriti 2026 secara langsung selama tujuh minggu. Pertunjukan itu dijadwalkan mulai 22 Ogos, setiap Sabtu pukul 9 malam, dan akan disiarkan melalui saluran Astro Prima. Dengan format live dan deretan peserta bertaraf senior, program ini diprediksi menyajikan persaingan yang menarik dan momen-momen musikal bernilai nostalgia.
Meski belum berniat mengikuti GV, keterlibatan Yusry sebagai juri membuka kesempatan bagi penonton untuk menyaksikan sisi lain kariernya — bukan sebagai pesaing di panggung, melainkan sebagai pengamat dan penilai bagi para rekannya. Perannya kali ini menjadi cermin pergeseran posisi dari pelaku seni yang aktif berkarya menjadi sosok yang turut membimbing dan menilai perjalanan musikal rekan-rekan seangkatan.
