Aisha Retno menepis anggapan bahwa dia bersikap tamak karena menerima banyak tawaran kerja dalam satu waktu. Penyanyi dan komposer berusia 25 tahun itu menegaskan bahwa kesibukan adalah bagian yang diidamkan oleh banyak pekerja seni dan bukan sesuatu yang perlu dipandang negatif. Aisha menegaskan bahwa selama masih mampu secara fizikal dan mental, menerima banyak tawaran adalah wajar. Fokusnya saat ini adalah memberikan persembahan terbaik pada setiap kesempatan tanpa menghiraukan penilaian orang lain.
Menepis anggapan ‘tamak’
Aisha menjelaskan pandangannya tentang istilah tamak dan membedakan bekerja keras serta mengambil peluang dengan merampas kesempatan orang lain. Dia menggarisbawahi bahwa ada batasan etika yang membedakan keduanya. “Bagi saya, why not? Nak kata tamak? Tak adalah. Rezeki ada di mana-mana. Selagi kita mampu, kita galas. “Busy is good, busy is life sebagai seorang selebriti. Selagi kita masih ada daya, kesihatan mental dan fizikal yang baik, itu bukanlah definisi tamak,” ujar Aisha. Lebih jauh, Aisha menyebutkan definisi tamak menurut versinya, yakni ketika seseorang mengambil pekerjaan yang bukan haknya atau menerima tugas yang memang tidak dapat dilaksanakan. “Bagi saya, definisi tamak adalah apabila kita mencuri kerja orang lain atau mencaras rezeki orang lain atau apabila kita tahu kita tak mampu buat sesuatu, tetapi tetap mahu ambil juga. Itu bagi saya adalah definisi tamak,” katanya menjelaskan. Aisha juga mengakui tidak bisa mengatur persepsi publik terhadapnya. Namun, dia memilih untuk tetap fokus menjalankan tugas sebagai seorang artis. “Kalau orang nak kata saya tamak, biarlah. Pada akhirnya, kita juga yang berada di atas pentas dan kita juga yang membuat persembahan. So, let them talk. Yang penting kita teruskan sahaja,” ungkapnya.
Persiapan untuk dua pentas besar pada hari yang sama
Aisha akan menghadapi jadwal padat ketika dua acara besar berlangsung pada hari yang sama, yakni Latihan Pestapora dan Anugerah Juara Lagu (AJL). Meski demikian, dia memastikan semua persiapan telah dibahas bersama tim agar kedua penampilan bisa berjalan lancar. Menurut Aisha, pembahasan meliputi pemilihan setlist untuk Pestapora, durasi penampilan, hingga waktu istirahat sebelum tampil di AJL. Semua detail itu dinilai penting agar transisi antarpenampilan dapat dilakukan dengan baik. “Betul, kedua-duanya adalah acara besar. Kami sudah berbincang mengenai setlist lagu yang akan saya bawakan di Pestapora, termasuk h persembahan dan masa rehat sebelum saya membuat persembahan di AJL. Semuanya sudah diperhitungkan, insya-Allah semuanya baik-baik sahaja,” jelasnya.
Strategi menjaga kondisi fisik dan mental
Untuk memastikan performa tetap prima, Aisha mengatakan akan lebih teliti mengatur pola makan dan menjaga kondisi fisiknya menjelang dua penampilan besar tersebut. Pendekatan preventif ini diharapkan membantu menjaga stamina dan kualitas vokal. “Sudah tentu saya akan mengambil langkah berjaga-jaga dari segi kesihatan. Mungkin saya akan lebih menjaga pemakanan, makan makanan yang lebih sihat dan mengambil beberapa langkah tambahan. Insya-Allah semuanya dipermudahkan dan saya mohon doa semua agar kesihatan saya sentiasa berada dalam keadaan yang baik,” ujarnya. Pernyataan Aisha menegaskan sikap profesionalisme seorang penyanyi yang mengutamakan persiapan teknis sekaligus kesejahteraan diri. Meski menghadapi kritik, pilihan Aisha untuk tetap menerima pekerjaan didasari pertimbangan kemampuan dan tanggung jawab terhadap panggung. Dengan perencanaan matang dan perhatian pada kesehatan, Aisha Retno berharap kedua penampilan besar itu berjalan sukses. Dia meminta doa dari publik agar kondisi fisik dan mentalnya tetap terjaga saat menjalani hari yang padat tersebut.
