Nur Sajat menyatakan dirinya tidak memiliki hubungan dengan perbincangan seputar isu Rohingya yang tengah ramai diperbincangkan. Dalam unggahan di platform Threads, Sajat—nama lahir Muhammad Sajjad Kamaruz Zaman—meminta agar publik tidak lagi mengaitkan nama atau kisah hidupnya dengan kasus tersebut.

Dia menegaskan bahwa pengalaman yang pernah dibagikannya berkaitan dengan urusan pribadi dan bukan merupakan serangan terhadap negaranya. Pernyataan itu datang saat perhatian publik terhadap isu Rohingya meningkat dan sejumlah pihak mulai menyandingkan peristiwa berbeda secara tidak tepat.
Pernyataan langsung dari akun Threads
Dalam unggahan yang dibagikan, Nur Sajat menulis pernyataan tegas terkait keberadaan namanya di percakapan publik: “Saya ingin menegaskan bahawa saya tidak ada kena-mengena dengan isu Rohingya yang sedang hangat diperkatakan di Malaysia ketika ini. “Tolong jangan kaitkan nama saya, cerita hidup saya atau kes saya dengan isu tersebut. “Ia adalah dua perkara yang berbeza dan tidak mempunyai sebarang hubungan. “Saya juga tidak pernah memburukkan Malaysia. Malaysia ialah tanah tumpah darah saya,”tulisnya.
Kutipan tersebut menjadi inti dari klarifikasi yang hendak disampaikan Sajat, yang tampak berupaya memisahkan pengalaman pribadi dari debat yang lebih luas mengenai komunitas Rohingya.
Pengalaman dengan JAIS jadi latar pernyataan
Sajat menjelaskan bahwa apa yang pernah ia sampaikan sebelumnya bersumber dari pengalaman pribadi. Menurutnya, sorotan itu berkaitan dengan interaksinya dengan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) pada masa lalu, bukan sebagai ungkapan permusuhan terhadap negara asalnya.
Dia menegaskan hal itu secara langsung dalam unggahannya: “Apa yang pernah saya suarakan adalah berkaitan pengalaman dan situasi yang saya lalui sendiri, khususnya melibatkan tindakan JAIS terhadap saya ketika itu, bukan kebencian terhadap negara saya,” ujarnya.
Pernyataan ini difokuskan pada upaya memisahkan isu administratif atau pengalaman personal dari diskursus yang lebih sensitif agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.
Permintaan agar publik menghormati langkahnya
Selain membantah keterlibatan dalam perdebatan soal Rohingya, Sajat juga menyampaikan bahwa dirinya telah menerima dan melanjutkan hidup. Ia meminta agar masyarakat menghormati proses itu dan berhenti membawa namanya ke dalam perdebatan yang menurutnya tidak relevan.
Dalam penutup unggahannya ia menegaskan kembali harapan tersebut: “Saya dah lama move on dan meneruskan kehidupan saya. Jadi saya harap orang ramai juga dapat menghormati perkara tersebut dan berhenti mengheret nama saya ke dalam perdebatan yang langsung tidak melibatkan saya,” katanya lagi.
Pernyataan Sajat ini menjadi upaya untuk meluruskan kaitan yang dinilai tidak tepat pengalaman pribadi yang pernah ia alami dan isu publik yang lebih luas. Ia menekankan identitasnya sebagai bagian dari negara dan menolak anggapan yang menyamakan pengalaman personal dengan sikap terhadap negara.
